Pemerintah Singapura berupaya keras menarik minat warganya terhadap Community Care Apartments dengan menurunkan batas usia minimal pendaftaran dari 65 tahun menjadi 55 tahun. Langkah ini juga dibarengi dengan pemangkasan biaya paket layanan dasar agar hunian ramah lansia tersebut semakin terjangkau oleh masyarakat luas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kendati demikian, efektivitas kebijakan ini masih dipertanyakan di tengah masyarakat yang populasinya menua dengan cepat namun tetap mendambakan kebebasan serta kemandirian hidup. Banyak lansia yang masih mempertimbangkan apakah konsep hunian terpadu ini benar-benar sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan jangka panjang mereka.
Associate Professor Kelvin Tan dari Singapore University of Social Sciences serta Chief Research Officer MOGUL.sg Nicholas Mak menilai bahwa tantangan utama hunian ini terletak pada kesesuaian fasilitas dengan ekspektasi para lansia modern. Mereka menekankan perlunya evaluasi mendalam mengenai siapa sebenarnya target utama dari perancangan apartemen khusus tersebut.
Di sisi lain, isu mengenai penyediaan fasilitas hunian lansia yang aman dan terpercaya menjadi semakin mendesak tatkala masyarakat Singapura bersiap menghadapi status super-aged society. Kompleksitas kebutuhan perawatan jangka panjang menuntut pemerintah dan para pengembang untuk merumuskan strategi perumahan yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga mampu memberikan rasa aman secara psikologis bagi para penghuninya.