Suasana Hari Raya Idul Fitri 2025 di kediaman mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tampak begitu hangat dan penuh kebersamaan. Seusai melaksanakan salat Id bersama keluarga tercinta di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, pada Senin (31/3/2025), Anies mengumumkan bahwa dirinya membuka pintu rumahnya lebar-lebar bagi masyarakat dan kerabat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut laporan yang dihimpun, Anies Baswedan memutuskan untuk menggelar acara open house di kediaman pribadinya yang terletak kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. "Kami ada open house juga di rumah nanti sore," ujar Anies ketika memberikan keterangan kepada awak media usai ibadah salat Id.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, tradisi halalbihalal dan open house yang diadakan oleh figur publik seperti Anies selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar untuk bersilaturahmi secara langsung. Kendati demikian, padatnya agenda di rumah membuat Anies belum dapat memastikan apakah ia akan sempat berkunjung ke kediaman kolega politik atau tokoh lainnya pada hari yang sama. "Nanti kita lihat jadwalnya karena bersamaan dengan kegiatan open house kita di rumah," jelasnya lebih lanjut.
Sebelum menyambut masyarakat umum dan para tamu, prioritas utama Anies pada hari raya tersebut adalah berkumpul bersama keluarga besar. Ia mengungkapkan bahwa momen Lebaran dimanfaatkan untuk bersimpuh dan bersilaturahmi dengan orang tua serta mertua yang telah sepuh. "Kebetulan ibu saya dan ayah mertua, ibu mertua adalah yang dituakan. Ayah mertua saya usianya 90 tahun, ibu usia 85 tahun sehingga seluruh keluarga besar kalau sudah Lebaran begini kumpul. Kumpulnya di rumah kita," tutur Anies.
Mengutip pernyataan Anies, tradisi mudik dan berkumpul di hari kemenangan ini merupakan keunikan tersendiri yang memperkuat ikatan sosial masyarakat Indonesia. Budaya saling memaafkan yang melekat erat pada perayaan Idul Fitri di tanah air dinilai tidak selalu ditemukan di negara-negara mayoritas Muslim lainnya. "Dan ini satu hal yang unik. Yang tidak ada di bangsa-bangsa lain walaupun sama-sama menganut agama Islam. Kebiasaan untuk kita memanfaatkan Idul Fitri sebagai momen untuk saling memaafkan," pungkasnya menutup perbincangan.