Tata letak ruang dalam sebuah hunian ternyata memegang peranan krusial yang kerap kali luput dari perhatian, termasuk dalam hal penentuan posisi kamar mandi. Berdasarkan laporan detik.com yang dikutip pada Jumat (20/12/2024), Anies Baswedan membagikan pandangannya mengenai dampak signifikan dari pemilihan lokasi kamar mandi di dalam kamar tidur terhadap pola interaksi anak di dalam rumah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam unggahannya yang bertajuk "Anies Ambil Keputusan: Rumah Sudah Jadi dan Siap Huni", Anies mengungkapkan bahwa dirinya sengaja menerapkan prinsip membangun kamar mandi di luar kamar. Menurutnya, fasilitas sanitasi yang terpusat secara privat di dalam kamar tidur justru menutup peluang bagi anak-anak untuk saling berinteraksi dengan orang tua maupun saudara kandung mereka.
"Anak-anak tidak berinteraksi satu sama lain. Dia beres semua di dalam kamar. Kita tidak tahu bangunnya jam berapa, kita tidak tahu mandi jam berapa," ujar Anies dalam keterangannya.
Lebih lanjut, dari analisis awak media, pemilihan desain arsitektur rumah konvensional seperti ini tidak hanya sekadar pertimbangan estetika atau fungsionalitas semata, melainkan juga bentuk pendidikan karakter secara tidak langsung. Anies percaya bahwa rancangan bangunan rumah dapat membentuk kepribadian anak, apakah mereka tumbuh menjadi individu yang memiliki rasa kebersamaan tinggi atau justru cenderung individualis.
"Anak yang mau ditumbuhkan dengan suasana kebersamaan, suasana interaktif, atau ditumbuhkan anak yang individualis yang tumbuhnya sendiri, itu sangat bisa dipengaruhi oleh faktor rancangan di rumah itu," imbuhnya menjelaskan.
Gagasan tersebut terinspirasi dari kenangan masa kecil di rumah orang tuanya, di mana letak kamar mandi berada di area luar atau bagian belakang rumah. Pengalaman tersebut menyadarkannya bahwa interaksi kecil seperti terbangun di tengah malam untuk saling menemani ke kamar mandi mampu memupuk rasa kepedulian antarsaudara.
"Jadi saya bayangnya, itu masa dulu, kakak dibangunkan adeknya jam 2 pagi, jam 3 pagi minta diantarkan ke kamar mandi. Apa sih yang tumbuh di situ? Tumbuh kesadaran untuk membantu, siap untuk diminta bantuan kapan saja, termasuk pagi hari, mengantar adeknya," tutur Anies bernostalgia.
Menutup pandangannya, Anies menyimpulkan bahwa keputusan penempatan tata letak fasilitas rumah tangga yang tampak sederhana ini membawa dampak jangka panjang yang luar biasa besar dalam membentuk kebiasaan serta mentalitas anak di masa depan.