Dunia maya kembali dihebohkan oleh gelombang disinformasi berupa penipuan undian berhadiah yang mencatut nama sejumlah bank terkemuka di Indonesia. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, modus kejahatan siber ini dirancang sedemikian rupa untuk mengecoh nasabah melalui iming-iming hadiah menarik yang dibagikan lewat tautan pendaftaran eksternal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mengutip laporan dari kanal verifikasi, sebuah akun Facebook sempat membagikan informasi palsu mengenai "Festival Gebyar Undian" Bank Rakyat Indonesia yang diklaim berlangsung pada Juli 2026. Tautan tersebut mengarahkan korban ke sebuah halaman web palsu yang meminta data krusial mulai dari nomor WhatsApp hingga informasi sisa saldo rekening.
Menanggapi maraknya modus operandi tersebut, pihak manajemen bank secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak pernah membagikan informasi pribadi yang bersifat rahasia. "Jangan pernah memberikan username, password, atau kode OTP kepada siapa pun," tegas pihak bank sembari mengingatkan nasabah untuk selalu memeriksa keabsahan informasi melalui kanal komunikasi resmi.
Selain Bank Rakyat Indonesia, analisis awak media juga mendapati modus serupa yang menyasar nasabah Bank Jateng dan Bank Mandiri. Berbagai akun media sosial menyebarkan klaim palsu mengenai festival berhadiah mobil mewah dengan memanfaatkan popularitas aplikasi perbankan digital seperti Bima Mobile Banking dan Livin by Mandiri.
Modus penipuan ini umumnya memanfaatkan rasa penasaran publik dengan menyertakan tautan pendaftaran palsu yang berpotensi mencuri data pribadi korban. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan digital serta mengabaikan segala bentuk tautan undian mencurigakan yang tidak bersumber dari saluran resmi perbankan.