Kabayan News Kabayan News
/home / berita / eBay Bayar Rp847 Miliar, Akhir Kisah...
BERITA

eBay Bayar Rp847 Miliar, Akhir Kisah Teror Penderitaan Pasutri

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 29 Juli 2026
Ilustrasi logo eBay dengan latar belakang hukum dan uang dolar terkait penyelesaian gugatan pelecehan

Ilustrasi logo eBay dengan latar belakang hukum dan uang dolar terkait penyelesaian gugatan pelecehan

eBay akhirnya harus merogoh kocek dalam-dalam untuk menyelesaikan gugatan perdata yang diajukan pendiri situs berita EcommerceBytes, David dan Ina Steiner. Raksasa e-commerce itu setuju membayar total 55,7 juta dolar AS atau setara dengan Rp847 miliar sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kampanye pelecehan yang dinilai paling mengerikan yang pernah dilakukan perusahaan teknologi besar terhadap kritikusnya.

Kisah ini bermula pada 2019 ketika enam mantan karyawan eBay dan satu kontraktor didakwa terlibat dalam kampanye teror yang mencakup doxing, ancaman, dan pengiriman hama hidup ke rumah pasangan suami-istri yang berbasis di Massachusetts itu. EcommerceBytes dikenal kerap menulis tentang eBay dengan sudut pandang kritis, yang diduga memicu aksi balasan dari pihak perusahaan.

Pada 2021, pasangan Steiner mengajukan gugatan perdata setelah sebelumnya eBay setuju membayar denda pidana 3 juta dolar AS ke Kantor Kejaksaan AS di Distrik Massachusetts. Kini, gugatan perdata tersebut mencapai penyelesaian akhir dengan nilai yang jauh lebih besar.

Dalam kesepakatan tersebut, pasangan Steiner akan menerima lebih dari 46,15 juta dolar AS dari eBay. Selain itu, mantan CEO eBay Devin Wenig menyumbang 2 juta dolar AS, mantan eksekutif Wendy Jones membayar 500 ribu dolar AS, dan mantan eksekutif Steve Wymer membayar 50 ribu dolar AS. eBay juga diwajibkan menyumbang 6 juta dolar AS untuk amal, ditambah 1 juta dolar AS dari Wenig untuk lembaga nirlaba yang melindungi hak kebebasan berpendapat.

Yang menarik, kesepakatan ini tidak mengandung klausul kerahasiaan. Artinya, pasangan Steiner bebas berbicara tentang kasus ini kepada publik. "Sejak hari pertama, itu menjadi syarat mutlak," ujar Chris Murphy, pengacara pasangan Steiner dari firma Scalli Murphy Law di Everett, Massachusetts. "Sebagai jurnalis dan korban, pasangan Steiner sangat jelas ingin semua orang melihat dan memahami apa yang eBay lakukan terhadap mereka."

David Steiner mengungkapkan rasa lega karena kasus ini akhirnya mencapai titik terang. "Ini melegakan dalam arti ada kepastian," katanya kepada WIRED. "Namun butuh waktu untuk melihat makna penyelesaian ini dibandingkan jika kami terus melanjutkan persidangan. Kami sangat bersikukuh agar perilaku perusahaan Fortune 500 ini tidak dibiarkan begitu saja."

Ina Steiner menambahkan bahwa gugatan perdata memberi mereka akses ke 68 ribu dokumen yang tidak akan mereka lihat dalam investigasi federal. "Kami sering dibiarkan dalam kegelapan selama penyelidikan federal, dan kami hanya diberi tahu sedikit sebagai korban," jelasnya.

Pihak eBay merujuk WIRED pada pernyataan resmi yang diterbitkan secara daring. Dalam pernyataan itu, perusahaan menyampaikan "permintaan maaf yang paling dalam" kepada pasangan Steiner dan mengutuk karyawan yang "melakukan dan mengaku bersalah atas tindakan kriminal atas pelecehan tersebut". eBay juga mengakui "nada tidak profesional dalam komunikasi internal yang diperlihatkan oleh Wenig, Wymer, dan Jones". Perusahaan menegaskan bahwa kepemimpinan baru kini memimpin dan insiden di 2019 itu "bukan mencerminkan budaya eBay atau ribuan karyawan di seluruh dunia saat ini".

Berdasarkan pengaduan pidana awal, kampanye teror yang dipimpin eksekutif dan kontraktor eBay berlangsung selama dua bulan pada musim panas 2019. Aksi dimulai dengan kiriman ancaman anonim melalui Twitter DM ke pasangan Steiner, lalu meningkat dengan pengiriman paket berisi topeng babi berdarah, pornografi, larva lalat, laba-laba hidup, kecoa hidup, hingga karangan bunga pemakaman dan buku tentang duka cita. Sepanjang waktu, akun Twitter anonim terus mengirim pesan ancaman yang ternyata dikendalikan oleh para terdakwa.

Topics
ebay pelecehan gugatan perdata ecommercebytes david steiner ina steiner devin wenig teror hukum teknologi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.