Sejumlah pemangku kepentingan di dunia jurnalisme Indonesia resmi membentuk Koalisi Keberlanjutan Media (KKM). Wadah ini dideklarasikan di Gedung IASTH Lantai 6 Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Koalisi ini dibentuk sebagai kolaborasi antara komunitas pers, pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat sipil. Tujuannya untuk memperkuat ekosistem media di Indonesia yang tengah menghadapi berbagai tantangan.
Pembacaan deklarasi dilakukan oleh perwakilan presidium yang terdiri dari Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara FX Lilik Dwi Mardjianto, Sekretaris Jenderal AJI Bayu Wardhana, dan Direktur Eksekutif AMSI Elin Y. Kristanti.
Pada tahap awal, KKM beranggotakan 20 organisasi. Mereka meliputi organisasi profesi jurnalis, perusahaan media, serikat pekerja media, lembaga bantuan hukum, organisasi masyarakat sipil, dan sejumlah perguruan tinggi.
Koalisi ini juga didukung enam mitra strategis, yakni BBC Media Action, Dewan Pers, International Federation of Journalists, Kementerian Komdigi, Kementerian PPN/Bappenas, serta Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Jurnalisme Berkualitas.
AJI, AMSI, dan UMN ditunjuk sebagai presidium untuk mengoordinasikan kerja koalisi selama satu tahun ke depan. Mekanisme rotasi akan diterapkan pada periode berikutnya.
Ketua Umum AJI, Nany Afrida, menyebut deklarasi ini baru titik awal. "Ini baru titik awal, dan masih akan ada tantangan ke depan yang akan dialami," ujarnya.
Koalisi telah menyusun enam agenda strategis. Mulai dari membangun konsensus informasi berkualitas, memperkuat regulasi dan tata kelola platform digital, mengembangkan mekanisme dana publik, mencegah kekerasan terhadap jurnalis, hingga memperkuat fondasi finansial dan peran publik.
Usai deklarasi, digelar diskusi bertajuk Dana Jurnalisme untuk Media Berkelanjutan. Pembicara yang hadir antara lain Direktur Ekosistem Media Komdigi Farida Dewi Maharani, Anggota Dewan Pers Dahlan Dahi, Ketua Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi UI Eriyanto, dan Pengurus AJI Indonesia Masduki.
Masduki menegaskan jurnalisme adalah kepentingan publik. "Jurnalisme adalah public goods yang sangat penting bagi kehidupan bangsa. Artinya, krisis dalam jurnalisme juga berkaitan dengan masa depan generasi bangsa ini," tegasnya.
Farida Dewi Maharani menyatakan pemerintah mendukung upaya memperkuat keberlanjutan media melalui kolaborasi multipihak. "Keberlanjutan media harus ditopang bersama oleh berbagai pemangku kepentingan," ujarnya.
Dahlan Dahi menilai Dana Jurnalisme penting untuk menjaga fungsi jurnalisme sebagai kepentingan publik. Sementara Eriyanto menambahkan bahwa dana tersebut harus mendukung karya jurnalistik berkualitas dengan sumber pendanaan beragam agar independensi tetap terjaga.