Sebagaimana diwartakan oleh Clarin, kehadiran benih jagung berbatang pendek atau yang dikenal sebagai maiz petiso kini mulai dilirik oleh para pelaku sektor pertanian dan peternakan sebagai solusi inovatif dalam penyediaan hijauan pakan berkualitas.
Mengutip laporan media tersebut, tanaman jagung jenis ini dirancang memiliki ruas batang yang lebih pendek namun tetap mempertahankan jumlah daun serta tongkol yang optimal, sehingga berpotensi menghasilkan silaje dengan kandungan pati yang lebih tinggi serta serat yang lebih mudah dicerna oleh hewan ternak.
Berdasarkan hasil pengujian di berbagai uji coba lapangan, penggunaan maiz petiso untuk pembuatan silase dinilai mampu menyeimbangkan antara stabilitas agronomi tanaman dan peningkatan nutrisi harian bagi ternak perah maupun potong tanpa harus mengorbankan produktivitas hasil per hektarnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe