Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto secara resmi memperkenalkan lembaga baru bernama Universitas Republik Indonesia (URI). Pembentukan lembaga ini mengacu pada Institut National du Service Public (INSP) atau yang sebelumnya dikenal sebagai L'Ecole nationale d'administration (ENA) di Prancis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kehadiran Universitas Republik Indonesia mulai menarik perhatian publik setelah Presiden Prabowo melantik Donny Ermawan sebagai Gubernur URI dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Pelantikan tersebut berlandaskan Keppres Nomor 80/P Tahun 2026.
Usai dilantik, Gubernur Universitas Republik Indonesia Donny Ermawan menyampaikan bahwa lembaganya memang mencontoh model pendidikan di Prancis. "Dan inilah yang digagas oleh beliau seperti halnya negara-negara tetangga kita juga mempunyai lembaga yang seperti yang kita ciptakan ini, yaitu seperti halnya kalau di Perancis kita kenal ENA ataupun sekarang namanya INSP, itu adalah beberapa pejabat tinggi dari Perancis juga lulusan dari sekolah tersebut," ujar Donny.
INSP sendiri merupakan sekolah pascasarjana unggulan di Prancis yang bertugas merekrut serta melatih calon pegawai negeri sipil dan pejabat tinggi negara. Berdasarkan sejarahnya, lembaga ini awalnya bernama ENA dan didirikan sejak tahun 1945.
Pada 1 Januari 2022, Presiden Prancis Emmanuel Macron meretas reformasi birokrasi dengan mengubah ENA menjadi INSP. Langkah ini diambil untuk menciptakan layanan sipil yang lebih responsif, tangkas, dan representatif dalam menghadapi berbagai tantangan kontemporer.
Berpusat di Strasbourg dan memiliki cabang di Paris, INSP memiliki lima misi utama mencakup rekrutmen, pelatihan awal, pendidikan berkelanjutan, riset, serta kontribusi dalam lingkup internasional. Lembaga inilah yang kini diadopsi Indonesia untuk mencetak birokrat dan calon pemimpin masa depan.