Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait penetapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana beserta dua mantan wakilnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Berdasarkan laporan, pencopotan jajaran pimpinan BGN tersebut dilakukan menyusul jeratan hukum dari Kejaksaan Agung terhadap program prioritas pemerintah terkait Makan Bergizi Gratis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut pengamatan tim redaksi, langkah tegas yang diambil oleh kepala negara menunjukkan sikap tanpa kompromi terhadap segala bentuk penyelewengan anggaran negara. Dalam arahannya di SICC, Bogor, Jawa Barat, Prabowo secara terbuka mengaku merasa sangat sedih dan berat hati karena harus memberhentikan orang-orang yang selama ini ia sayangi dan beri kepercayaan penuh.
"Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam dalam keadaan sedih. Karena, saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya, sebenarnya yang saya sayangi, orang yang saya percaya," ujar Prabowo saat menyampaikan sambutan penting di hadapan publik dan awak media.
Berdasarkan analisis awak media, keputusan tersebut diambil setelah presiden menerima laporan penyimpangan yang kemudian diverifikasi bersama BPKP dan PPATK. Prabowo bahkan mengenang pesan almarhum ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, untuk senantiasa berpihak kepada rakyat dalam situasi sulit apapun, seraya memperingatkan seluruh mitra pelaksana agar tidak mempermainkan program sakral ini.