Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Kajian KPK untuk Program MBG...
BERITA

Kajian KPK untuk Program MBG Diabaikan Dadan Dkk, BGN Ambil Langkah Tegas

By Bambang Prasetyo • 2 min read • 2026-07-08
Gedung KPK tempat pimpinan Badan Gizi Nasional melakukan audiensi program MBG

Gedung KPK tempat pimpinan Badan Gizi Nasional melakukan audiensi program MBG

Kepemimpinan baru di tubuh Badan Gizi Nasional atau BGN secara terbuka mengungkapkan fakta mengejutkan terkait program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Kepala BGN Nanik S Deyang bersama dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Trenggono, mendatangi gedung Merah Putih KPK untuk melakukan audiensi strategis guna mengoptimalkan ketepatan sasaran program andalan pemerintah tersebut.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Agustina Arumsari, terungkap bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi telah menyerahkan hasil kajian penting sejak 17 Maret 2026. Sayangnya, dokumen berharga yang memuat berbagai celah kerentanan dalam tata kelola MBG tersebut sama sekali tidak mendapat respons maupun tindak lanjut yang memadai dari kepemimpinan BGN sebelumnya di bawah komando Dadan Hindayana.

"Pada tanggal 17 Maret 2026, KPK sudah memberikan hasil kajian. Waktu itu masih masa pemerintahan pimpinan yang lalu, ya, karena 17 Maret 2026. Pada saat 2 Juni 2026, kami datang, itu kami lihat ternyata hasil kajian tersebut belum mendapat tanggapan," ujar Agustina saat memberikan keterangan resmi kepada para awak media di Jakarta.

Kelalaian dalam merespons rekomendasi pencegahan korupsi itu baru mulai dibenahi setelah Dadan Hindayana bersama dua mantan petinggi BGN lainnya tersandung kasus hukum dan ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Agung RI. Menyadari urgensi perbaikan sistem, jajaran pimpinan baru BGN langsung bergerak cepat dengan membentuk tim internal khusus guna mengkaji sepuluh temuan krusial dari lembaga antirasuah tersebut secara mendalam.

Tim redaksi mengamati bahwa langkah proaktif ini menunjukkan adanya komitmen kuat dari kepemimpinan BGN saat ini untuk membersihkan praktik-praktik kotor yang berpotensi merugikan keuangan negara. Berdasarkan analisis awak media, transparansi dan perbaikan mekanisme pembayaran serta validasi data menjadi kunci utama agar program bernilai triliunan rupiah ini tidak kembali disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Dalam pemaparannya kepada pimpinan KPK, BGN memastikan bahwa sepuluh poin temuan utama mulai dari kelemahan regulasi, potensi konflik kepentingan dalam penunjukan mitra yayasan, hingga standar teknis dapur umum kini sedang direvisi total. Upaya pembenahan ini juga melibatkan koordinasi intensif bersama instansi terkait untuk memastikan standar keamanan pangan dan pengawasan anggaran berjalan sesuai jalur hukum yang berlaku.

Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.