Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengawal program prioritas nasional agar berjalan optimal serta tepat sasaran di berbagai daerah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan dari lapangan, Wapres secara seksama memeriksa kualitas distribusi makanan dan berdialog langsung dengan para petugas Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Dari hasil dialog tersebut, terungkap bahwa menu makanan yang disajikan kepada para siswa ternyata dimasak terlalu pagi, yang dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas gizi serta cita rasanya. "Mulai besok kalian ubah SOP-nya. Tidak bisa masak sepagi itu," tegas Gibran saat memberikan instruksi langsung kepada para petugas.
Sebagaimana dilaporkan dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Tanah Papua selama tiga hari, program MBG ini sebelumnya juga telah dipantau di beberapa sekolah lain, termasuk SMAN 4 Mimika dan Sekolah Kristen Yahukimo. Dalam peninjauan di SD Negeri 2 Waisai hari ini, menu yang disajikan meliputi nasi putih, ayam kecap, tempe goreng, sayur singkong, serta buah apel segar.
Dari analisis awak media, peninjauan ketat yang dilakukan secara langsung oleh Wakil Presiden ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawasi standar operasional di tingkat bawah demi kesehatan anak-anak. Respon positif turut ditunjukkan oleh para siswa, salah satunya Tian, siswa kelas 2C yang mengaku sangat menyukai menu bergizi yang telah disantapnya.
Dengan jumlah total 671 siswa yang belajar di SD Negeri 2 Waisai, keberhasilan penerapan program ini sangat bergantung pada kedisiplinan para pengelola makanan di lapangan. Pemerintah berharap evaluasi SOP ini dapat memastikan peningkatan kualitas gizi anak-anak secara berkelanjutan demi mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.