Puluhan orang yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026). Aksi unjuk rasa tersebut diwarnai dengan aksi pelemparan sejumlah tikus kecil ke dalam area gedung kejaksaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Aksi unjuk rasa ini digelar bertepatan dengan jadwal pemeriksaan terhadap mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terkait kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Meski demikian, belum dipastikan apakah Febrie telah hadir memenuhi panggilan penyidik atau belum.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa membawa berbagai atribut seperti spanduk, poster nada protes, serta mengibarkan bendera Merah Putih dari atas mobil komando. Massa yang memenuhi separuh jalan raya terus menyuarakan penanganan kasus yang dinilai belum jelas.
Situasi sempat memanas ketika orator mengarahkan massa untuk membakar ban. Namun, petugas kepolisian yang bersiaga di lokasi dengan cepat memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hingga memicu kepulan asap putih di udara.
Tak lama setelah insiden tersebut, seorang peserta aksi membawa keranjang putih berisi belasan ekor tikus. Orator kemudian menyerukan massa untuk melemparkan tikus-tikus tersebut ke arah Gedung Kejagung sebagai simbol perlawanan terhadap koruptor.
"Kawan-kawan, kita lemparkan tikus ke kantor Kejaksaan Agung. Supaya Kejaksaan Agung memberantas tikus-tikus yang hari ini masih berkeliaran termasuk Febrie Adriansyah," teriak orator dari atas mobil komando.
Setelah melempar tikus dan menyampaikan tuntutannya, massa aksi perlahan membubarkan diri secara tertib. Sementara itu, pihak internal Kejagung telah menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara ini.
Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung Rudi Margono menyampaikan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan jemput paksa terhadap Febrie Adriansyah apabila mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik Tim 9.