Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk secara tegas menyatakan bahwa tolok ukur keberhasilan pelaksanaan dana Otonomi Khusus atau Otsus Papua tidak boleh hanya dilihat dari megahnya pembangunan fisik semata. Menurut Ribka, esensi utama dari kebijakan anggaran khusus tersebut adalah sejauh mana dampaknya mampu dirasakan secara nyata oleh masyarakat hingga ke tingkat kampung.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan resminya di Jakarta, ia menekankan pentingnya indikator keberhasilan yang berfokus pada peningkatan pendapatan warga, terciptanya lapangan kerja baru, serta bergeraknya roda perekonomian lokal. "Yang paling penting bukan hanya pembangunan fisik yang terlihat, melainkan bagaimana hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di kampung-kampung, termasuk peningkatan pendapatan, pembukaan lapangan kerja, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di tingkat lokal," ujar Ribka.
Mengutip laporan dari berbagai sumber resmi, pemerintah pusat terus menggenjot penguatan program hilirisasi di Tanah Papua guna memperluas nilai tambah ekonomi daerah. Dari analisis awak media, strategi ini dinilai sangat krusial agar wilayah Papua tidak sekadar menjadi penyuplai bahan mentah bagi daerah lain, melainkan mampu mengolah potensi komoditasnya sendiri hingga bernilai jual tinggi demi kemakmuran Orang Asli Papua.
Komitmen serupa juga sebelumnya turut disuarakan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam lawatannya ke Papua Barat, yang menekankan pentingnya efektivitas anggaran Otsus untuk kesejahteraan rakyat. Dukungan lintas sektor pun mengalir, termasuk dari sektor pertanian yang dipimpin oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melalui alokasi dana triliunan rupiah untuk mengakselerasi perkebunan rakyat yang terintegrasi dengan industri pengolahan.
Di sisi lain, pendekatan berbasis komunitas lokal juga menjadi pilar penting dalam menyukseskan program hilirisasi di akar rumput, sebagaimana dijelaskan oleh Penanggung Jawab Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats, Anton. Melalui sinergi kebijakan fiskal yang tepat sasaran serta pelibatan aktif masyarakat, masa depan perekonomian Papua diharapkan dapat tumbuh semakin merata, mandiri, dan berkelanjutan.