Wakil Presiden Gibran Rakabuming secara tegas mendorong pentingnya hilirisasi industri sektor peternakan guna mendongkrak nilai tambah ekonomi lokal. Dorongan tersebut disampaikannya langsung saat melakukan kunjungan kerja ke peternakan sapi Ampaslovers" Sayekti Farm di Pagerjurang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam arahannya kepada para peternak, Gibran meminta agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan mendatangkan investor. "Segera mendatangkan investor untuk membangun pabrik. Ini penting sekali. Jadi untuk pabrik pakan semua dari A sampai Z. Jadi ada hilirisasinya di sini. Jadi dari awal sampai produk akhir harus segera mendatangkan investor," ujar Wapres Gibran sebagaimana dilaporkan oleh BPMI Sekretariat Wakil Presiden.
Mengutip keterangan resmi tersebut, langkah strategis ini merupakan bagian dari wujud nyata implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan kesejahteraan para peternak lokal di daerah dapat terus meningkat secara signifikan.
Selain menyoroti pembangunan industri pengolahan dari hulu ke hilir, Wapres juga mengingatkan pentingnya aspek kesehatan hewan ternak. Berdasarkan instruksinya, pemerintah daerah diminta untuk mempercepat program vaksinasi serta mengimbau masyarakat agar waspada terhadap ancaman penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.
Bupati Boyolali Agus Irawan dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa sektor peternakan sapi perah memegang peranan krusial sebagai tulang punggung perekonomian warga. Wilayah Pagerjurang sendiri dikenal sebagai salah satu sentra utama dengan potensi terbesar dalam pengembangan sapi perah.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, fokus pemerintah pada pembangunan ekosistem peternakan yang terintegrasi ini diyakini mampu menjaga stabilitas harga pakan serta membuka lapangan kerja baru. Dari analisis awak media, langkah ini sekaligus menjadi solusi jangka panjang untuk mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah secara mandiri dan berkelanjutan.