Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk senantiasa memperkuat persatuan, kesatuan, serta menjaga nilai-nilai toleransi di tengah dinamika konflik global yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Imbauan penting tersebut disampaikan langsung oleh Wapres saat menghadiri acara Pawai Paskah 2026 ke-30 yang diselenggarakan oleh Gereja Masehi Injili di Timor atau GMIT di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada hari Senin.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mengutip pernyataan resminya di lokasi acara, "Sebagai bangsa yang majemuk dan berbhineka, kita perlu menjaga persatuan, perdamaian, dan nilai-nilai toleransi," ujar Wapres Gibran di hadapan ribuan peserta pawai. Mantan Wali Kota Solo tersebut secara khusus mengingatkan agar keragaman yang ada tidak dijadikan alasan untuk saling memecah belah antar-sesama warga negara maupun umat beragama.
Dari analisis awak media, seruan ini menunjukkan respons cepat pemerintah dalam meredam potensi polarisasi sosial di dalam negeri akibat dampak rambatan isu geopolitik internasional. Masyarakat diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi palsu atau kabar bohong yang kerap beredar secara bebas di berbagai platform media sosial.
"Jika ada bibit kesalahpahaman, segera dimediasi, diklarifikasi, serta dicari jalan tengahnya," pesan Wapres Gibran guna menekankan pentingnya dialog cepat dalam meredam potensi konflik horizontal. Sebagai bangsa yang besar, seluruh elemen masyarakat diajak untuk saling merangkul dan menjaga kekompakan demi menjamin kelangsungan pembangunan nasional.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, Wapres menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara di dunia yang mampu menjalankan roda pembangunan dengan baik apabila kondisi internalnya tidak stabil, terpecah belah, serta kehilangan persatuan. Dalam kesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak GMIT atas peran aktifnya dalam merawat perdamaian baik di wilayah Nusa Tenggara Timur maupun di berbagai daerah lainnya.
Menyinggung situasi internasional saat ini, Wapres menyoroti bagaimana ketidakpastian ekonomi global serta berbagai konflik dan peperangan di belahan dunia lain telah memberikan dampak guncangan yang luas. "Hal ini menyebabkan guncangan di negara lainnya. Dan pelajaran yang bisa kita ambil salah satunya adalah konflik dan perang akan membawa kemunduran dan ada harga yang sangat mahal yang harus dibayar baik oleh pihak yang berkonflik tetapi pihak lainnya," tegas beliau.
Rangkaian kunjungan tersebut turut diwarnai dengan penyerahan obor perdamaian secara simbolis oleh Wakil Presiden kepada para peserta pawai. Penyerahan obor ini menjadi wujud nyata seruan moral Indonesia agar perdamaian global dapat terus ditegakkan di tengah berbagai krisis kemanusiaan dan peperangan yang melanda dunia.