Dunia maya kembali dihebohkan dengan berbagai informasi keliru yang secara sengaja mencatut nama Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, penyebaran hoaks ini marak terjadi di platform media sosial dengan beragam modus operandi yang berpotensi mengecoh masyarakat luas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Salah satu isu bohong yang sempat mencuat di tengah publik adalah klaim mengenai peredaran uang kertas baru pecahan Rp 1 juta yang menampilkan gambar Presiden Prabowo Subianto bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka. Menanggapi hal tersebut, Tim Cek Fakta memastikan bahwa informasi dan narasi yang beredar sejak pertengahan Juni 2026 tersebut sepenuhnya tidak benar alias hoaks.
Selain isu pecahan uang fiktif, pelaku penyebar hoaks juga memanfaatkan kemajuan teknologi deepfake atau manipulasi video untuk mengecoh warganet. Mengutip laporan dari kanal verifikasi, terdapat klaim video palsu yang memperlihatkan Wapres Gibran seolah-olah mengumumkan program bantuan dana tunai untuk modal usaha bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Modus penipuan berbasis media sosial lainnya yang kerap ditemukan melibatkan instruksi bagi warganet untuk memberikan tanda suka, membagikan unggahan, serta meninggalkan komentar guna mendapatkan pencairan dana instan. Berdasarkan analisis awak media, pola-pola penipuan ini dirancang sedemikian rupa demi menjaring interaksi digital serta mencuri data pribadi korban yang tergiur janji manis bantuan finansial.
Keberadaan informasi palsu yang masif ini menegaskan pentingnya literasi digital di tengah masyarakat agar tidak mudah percaya pada konten tanpa sumber valid. Pemerintah dan berbagai lembaga pemeriksa fakta terus mengimbau publik untuk selalu berhati-hati serta melakukan verifikasi ganda terhadap setiap informasi sensitif yang mencatut nama pejabat negara di internet.