PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE menilai bahwa sumber daya panas bumi di Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain di dunia. Pasalnya, panas bumi tanah air terbukti mampu menghasilkan pasokan energi secara konsisten tanpa dipengaruhi oleh perubahan cuaca maupun pergantian musim.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi mengungkapkan bahwa tingkat konsistensi yang tinggi tersebut menjadikan energi panas bumi sangat layak untuk diandalkan sebagai tulang punggung sistem kelistrikan nasional ke depannya. Menurutnya, potensi ini mampu menyuplai kebutuhan listrik secara stabil sepanjang waktu secara terus-menerus.
"Panas bumi di Indonesia tidak kaleng-kaleng. Jadi artinya tidak kaleng-kalengan apa? Itu betul-betul bisa menyuplai energi di Indonesia tanpa terdistract oleh situasi apapun juga. Artinya siang, yang tadi saya sampaikan, siang, malam, malam, siang, malam, hujan, tidak hujan, panas, itu dia tetap konsisten menyuplai panas bumi," ujar Edwil dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Senin (27/7/2026).
Lebih lanjut, Edwil memaparkan bahwa sejumlah negara lain yang juga memiliki potensi energi panas bumi, seperti Islandia dan Turki, kerap menghadapi tantangan berupa fluktuasi kualitas sumber daya akibat perbedaan musim dan suhu ekstrem. Sebaliknya, karakteristik geologis panas bumi di Indonesia jauh lebih stabil sehingga mampu menghasilkan produksi uap yang terjaga kualitasnya.
"Ini yang tidak dimiliki oleh negara-negara di Eropa seperti Iceland, dia juga ada panas bumi. Tapi mereka panas buminya pada saat situasi panas dan dingin itu pasti akan beda kualitasnya. Begitu juga di Turki," tambahnya menjelaskan perbedaan karakteristik tersebut.
Sebagai bukti nyata keandalan cadangan panas bumi nusantara, Edwil merujuk pada sumur eksplorasi pertama di kawasan Kamojang, Garut. Sumur historis yang ditemukan sejak sekitar 100 tahun lalu itu hingga saat ini terbukti masih mampu menghasilkan uap dengan kualitas yang tetap prima dan terjaga.