Gelaran balap dunia MotoGP di Sirkuit Mandalika kembali menjadi panggung berharga bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Lombok Timur. Ajang internasional ini dimanfaatkan secara maksimal untuk memperluas jangkauan pasar serta mengenalkan berbagai produk unggulan daerah kepada ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan Kepala Bidang Pengembangan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Lombok Timur, Zulkarnain, keikutsertaan para pelaku usaha dalam pameran skala dunia ini harus melewati mekanisme kurasi yang ketat dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Seluruh calon peserta diwajibkan mengantongi perizinan usaha resmi, legalitas produk, serta sertifikasi halal khusus bagi komoditas makanan.
Dari pantauan redaksi, partisipasi UMKM lokal dalam event internasional tidak hanya mendorong angka penjualan secara instant, melainkan juga membangun jaringan pemasaran jangka panjang. "UMKM yang dilibatkan merupakan pelaku usaha yang sudah memenuhi persyaratan, baik dari sisi perizinan maupun legalitas produk. Biasanya kami mengusulkan sekitar lima hingga enam UMKM, tergantung jumlah yang direkomendasikan oleh provinsi," ungkap Zulkarnain pada Selasa, 22 Juli 2026.
Meskipun kuota pasti untuk event tahun ini masih menunggu keputusan resmi provinsi, Dinas Koperasi dan UKM Lombok Timur telah menyiapkan jajaran produk terbaik. Komoditas unggulan yang disiapkan mencakup inovasi kuliner olahan cangkang kepiting, black garlic, hingga kerajinan kain tenun khas Lombok Timur yang bernilai seni tinggi.
Menurut Zulkarnain, kesempatan memamerkan karya di Sirkuit Mandalika memberikan dampak promosi yang sangat masif bagi ekosistem bisnis lokal. "Keikutsertaan di MotoGP memberikan pengalaman baru bagi pelaku UMKM. Produk mereka bisa dikenal oleh pengunjung dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Dampaknya tidak selalu langsung pada saat acara berlangsung, tetapi bisa saja pesanan datang beberapa hari atau beberapa minggu setelahnya," terangnya.
Hasil observasi tim redaksi menunjukkan bahwa keterbatasan kuota pameran justru memicu semangat persaingan sehat di kalangan perajin daerah. Guna mencetak lebih banyak wirausaha siap ekspor, pemerintah daerah gencar menggelar pembinaan administratif dan peningkatan mutu produk agar UMKM baru mampu bersaing di event berskala nasional maupun internasional.