Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat penting bersama jajaran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/7/2026). Rapat yang dipimpin langsung oleh kepala negara tersebut membahas sejumlah agenda strategis nasional, termasuk rencana pemangkasan jumlah perusahaan pelat merah serta pengembangan sektor industri perkapalan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa proses penyederhanaan atau streamlining perusahaan BUMN ditargetkan rampung pada akhir bulan ini. Rosan menyebutkan jumlah entitas perusahaan yang masuk dalam radar restrukturisasi bisa mencapai lebih dari 250 perusahaan guna menciptakan efisiensi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
"Update beberapa hal berhubungan dengan Danantara. Diantaranya kita update streamlining dari perusahaan BUMN yang pokoknya akhir bulan ini streamlining, kan sudah 250, bahkan bisa mungkin lebih dari 250 perusahaan," ujar Rosan kepada awak media usai mengikuti rapat tertutup tersebut.
Selain pemangkasan jumlah perusahaan, pertemuan di Istana Negara itu juga membahas penggabungan beberapa BUMN di berbagai sektor krusial. Sektor-sektor tersebut meliputi penggabungan aset manajemen di perbankan, bidang finansial termasuk PNM, sektor logistik, hingga percepatan konsolidasi pada sektor rumah sakit dan perhotelan milik negara.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah bersama Danantara juga merancang program Danantara Housing untuk mengatasi masalah hunian milik BUMN yang belum terserap pasar. Program ini disiapkan agar masyarakat dapat membeli apartemen atau rumah yang telah dibangun BUMN dengan penawaran suku bunga yang lebih menarik serta skema pembayaran yang lebih fleksibel.
Isu penting lainnya yang menjadi sorotan dalam rapat tersebut adalah sektor industri perkapalan nasional. Rosan menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap minimnya penggunaan kapal berbendera nasional dalam aktivitas pengiriman barang logistik di dalam negeri.
"Yang di mana sekarang dilihat oleh Bapak Presiden, pengiriman barang-barang itu 95% berbendera asing. Bagaimana supaya ini ke depannya juga supaya bisa berbendera Indonesia, dan diminta rencana pengembangannya itu seperti apa," pungkas Rosan.
Rapat strategis ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan Danantara, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, COO Danantara Dony Oskaria, serta CTO Danantara Sigit Puji Santosa.