Jakarta - PT Timah (Persero) Tbk mencatatkan kinerja cemerlang pada semester I-2026. Perusahaan tambang pelat merah ini membukukan pendapatan Rp 10,42 triliun atau melonjak 247% dibanding periode sama tahun lalu yang hanya Rp 4,22 triliun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Lonjakan pendapatan tersebut didorong oleh kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata logam timah yang terus menguat di pasar global. Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro menyebut transformasi operasional dan bisnis menjadi kunci utama pencapaian ini.
"Kinerja Perseroan pada Semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi transformasi operasional dan bisnis yang dijalankan Perseroan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas di tengah dinamika industri global," ujar Restu dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).
Dari sisi produksi, bijih timah perusahaan mencapai 12.232 ton, naik 75% dibanding semester I-2025 yang sebesar 6.997 ton. Kenaikan ini didorong optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi seperti Kapal Isap Produksi (KIP) dan Ponton Isap Produksi (PIP).
"Peningkatan produktivitas, disiplin dalam pengelolaan biaya, serta optimalisasi operasi menjadi faktor utama yang mendorong pencapaian tersebut," tambah Restu.
Sejalan dengan itu, produksi logam timah juga naik 58% menjadi 10.865 metrik ton. Sementara volume penjualan logam timah melesat 85% menjadi 10.984 metrik ton, seiring optimalisasi pengelolaan persediaan untuk memenuhi permintaan global.
Harga jual rata-rata logam timah tercatat US49.794permetrikton,naik52 32.816 per metrik ton. Kombinasi volume dan harga yang tinggi mendorong laba bersih perusahaan mencapai Rp 2,71 triliun.
Laba tersebut setara 169% dari target laba bersih tahunan 2026 yang sebesar Rp 1,61 triliun. Artinya, dalam waktu enam bulan, PT Timah sudah melampaui target laba yang ditetapkan untuk setahun penuh.
Restu menegaskan perusahaan akan terus memperkuat fundamental usaha melalui eksplorasi berkelanjutan, penguatan tata kelola pertambangan, dan peningkatan efisiensi operasional. "Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental usaha melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan, penguatan tata kelola pertambangan, serta peningkatan efisiensi operasional guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan," tandasnya.
Kinerja impresif ini menjadikan PT Timah sebagai salah satu emiten tambang dengan pertumbuhan tercepat di bursa saham Indonesia. Investor pun menyambut positif capaian ini, seiring prospek harga timah yang masih diperkirakan tetap kuat hingga akhir tahun.