Air tawar merupakan salah satu sumber daya paling penting bagi kelangsungan hidup manusia. Namun, distribusinya di berbagai belahan dunia ternyata jauh dari kata merata.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data terbaru dari World Bank yang dihimpun oleh Our World in Data, kesenjangan ketersediaan air tawar antarnegara terlihat sangat lebar. Kuwait tercatat sebagai negara dengan cadangan air tawar terbarukan domestik per kapita paling rendah di dunia pada 2022.
Posisi berikutnya dalam jajaran negara dengan cadangan air tawar domestik paling sedikit diisi oleh Bahrain, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Sebagian besar negara tersebut memang berasal dari kawasan dengan curah hujan rendah dan sumber air permukaan yang sangat terbatas.
Secara global, rata-rata ketersediaan air tawar domestik mencapai sekitar 5.400 meter kubik per orang per tahun. Angka ini menunjukkan bahwa persoalan air tidak hanya dipengaruhi oleh curah hujan, tetapi juga kondisi geografis, iklim, hingga jumlah penduduk.
Dari 20 negara dengan cadangan air tawar domestik terendah, kawasan Timur Tengah dan Afrika mendominasi daftar tersebut. Masing-masing kawasan menyumbang tujuh negara, termasuk Arab Saudi, Yaman, Mesir, hingga Libya.
Kuwait berada di peringkat teratas karena tidak memiliki sungai maupun danau permanen, sehingga kebutuhan air penduduknya sangat bergantung pada proses desalinasi. Sementara itu, Bahrain dan Mesir menyusul di posisi berikutnya dengan ketersediaan air yang sangat minim per kapita.
Menariknya, keterbatasan air tawar tidak hanya dialami oleh negara-negara gurun beriklim kering. Singapura, Malta, dan Barbados yang merupakan negara kota atau kepulauan juga menghadapi tantangan serupa akibat wilayah yang terbatas dan populasi yang padat.
Kondisi ini menegaskan bahwa ketahanan air telah menjadi isu strategis global. Sejumlah negara kini harus mengandalkan strategi khusus seperti konservasi dan pengelolaan konsumsi untuk menjaga stabilitas ekonomi serta ketahanan pangan di masa depan.