Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bergerak cepat melanjutkan rangkaian agenda kunjungan kerjanya ke berbagai daerah di Tanah Air. Sebagaimana dilaporkan, setibanya dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, Wapres Gibran langsung bertolak menuju Desa Tateli, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin malam untuk menemui langsung masyarakat yang terdampak musibah bencana alam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan Sekretariat Wakil Presiden, kunjungan mendadak ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mendalam serta empati pemerintah terhadap para korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang sebelumnya mengguncang kawasan perairan Bitung dan Maluku Utara. Langkah tersebut sekaligus merealisasikan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar aparat pemerintah senantiasa hadir dan sigap di setiap situasi darurat.
Dalam pengamatan awak media, gempa bumi dahsyat yang terjadi pada hari Kamis sebelumnya tidak hanya merusak sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur bangunan, tetapi juga merenggut nyawa seorang warga lanjut usia bernama Deitje Lahia akibat tertimpa reruntuhan di Gedung KONI, Manado. Jasad almarhumah kini telah dikebumikan dengan layak oleh pihak keluarga di kampung halamannya di Minahasa.
Setibanya di rumah duka, Wapres Gibran secara langsung menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Mengutip keterangan resmi pihak istana, kehadiran pemimpin nomor dua di Indonesia tersebut diharapkan mampu menguatkan mental keluarga korban sekaligus memastikan bahwa seluruh proses penanganan serta mitigasi bencana berjalan secara terkoordinasi.
Di sisi lain, respons cepat juga ditunjukkan oleh jajaran kementerian terkait dalam menanggulangi dampak kerusakan pascagempa. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa tim teknis langsung diterjunkan untuk memeriksa stabilitas infrastruktur publik seperti jalan raya dan jembatan guna menjamin keamanan mobilitas warga di wilayah Minahasa Utara serta Kota Bitung.