Tehran melontarkan tuduhan keras kepada Ukraina setelah sebuah kapal komersial Iran di Laut Kaspia dilaporkan menjadi sasaran serangan. Insiden ledakan tersebut mengakibatkan satu orang pelaut tewas dan satu lainnya mengalami luka-luka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebagai bentuk protes atas insiden yang terjadi pada hari Sabtu tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran memanggil kuasa usaha Ukraina di Tehran. Pemerintah Iran menilai tindakan militer tersebut sangat "hostile and criminal" atau bermusuhan dan kriminal.
Pihak Kementerian Luar Negeri Iran juga menyebut insiden itu sebagai pelanggaran nyata terhadap Pasal 2 Ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka memperingatkan bahwa serangan ini berpotensi memperluas eskalasi perang antara Rusia dan Ukraina.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, turut membahas permasalahan serius ini dalam sambungan telepon dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas. Araghchi secara tegas mengecam serangan militer tersebut.
Dalam pernyataan resminya melalui Telegram, Araghchi "called for a firm response from the United Nations Security Council, the European Union, and the international community, and for the perpetrators and supporters of this criminal act to be held accountable".
Ia menjelaskan bahwa serangan di kawasan pesisir utara ini memberikan "extra pressure" atau tekanan tambahan bagi aktivitas perdagangan maritim Iran yang sebelumnya sudah terbebani.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melalui akun media sosial X menyampaikan bahwa negaranya telah meraih hasil yang sangat kuat melalui serangan jarak jauh di Laut Kaspia. Meski demikian, ia tidak secara spesifik mengidentifikasi kapal komersial yang diklaim oleh Tehran.
Hubungan antara Iran dan Ukraina sendiri terus memanas sejak tahun 2022 menyusul pasokan drone Shahed dari Iran ke Rusia. Di sisi lain, Kyiv juga aktif menawarkan keahlian pertahanan anti-drone kepada negara-negara Teluk yang menghadapi ancaman serupa.