Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Pemerintah Iran Bersitegang dengan...
INTERNASIONAL

Pemerintah Iran Bersitegang dengan Televisi Pemerintah Terkait AS

By Dewi Lestari • 2 min read • 25 Juli 2026
Pemerintah Iran dan televisi negara bersitegang soal negosiasi AS

Pemerintah Iran dan televisi negara bersitegang soal negosiasi AS

Sebuah keretakan publik muncul antara pemerintah Iran dan televisi pemerintah mengenai cara menggambarkan situasi perang serta negosiasi dengan Amerika Serikat. Upaya para mediator internasional saat ini tengah mencoba mendorong kedua negara agar kembali ke jalur diplomasi.

Dewan Informasi Pemerintah pada hari Jumat menuduh lembaga penyiaran negara IRIB melakukan "censorship" atau penyensoran setelah bagian dari pidato Presiden Masoud Pezeshkian tidak disiarkan kepada publik.

Dalam pidato tersebut, Presiden Pezeshkian menyatakan, "We went to the dear leader, explained the situation, and asked him what to do since he had said the "no war, no peace" conditions are bad for the country. He ordered us to go negotiate. We started the talks based on his order."

Pemerintah mengungkapkan bahwa pemotongan bagian pidato tersebut merupakan bagian dari serangkaian tindakan tidak biasa yang diambil oleh televisi pemerintah. Sebelumnya, pernyataan dari ketua parlemen dan kepala kehakiman juga mengalami perlakuan serupa.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi turut mengkritik IRIB karena dinilai gagal menampilkan pembelaan kuat Iran di hadapan publik Amerika Serikat. Araghchi menyatakan bahwa dirinya telah berjuang menyampaikan posisi negaranya melalui wawancara media internasional.

Di tengah ketegangan domestik tersebut, para mediator dari Oman tiba di Tehran untuk membahas pengelolaan Selat Hormuz yang menjadi titik krusial. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa komunikasi melalui mediator masih terus berlanjut di tengah situasi konflik yang memanas.

Topics
news conflict iran united states middle east diplomacy media
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.