Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Profil Luciano Chiarugi, Si Kuda...
OLAHRAGA

Profil Luciano Chiarugi, Si Kuda Liar yang Cetak Gol Langka ke Gawang

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 2 Agustus 2026
Potret Luciano Chiarugi, mantan pemain dan pelatih sepak bola Italia berjuluk Kuda Liar

Potret Luciano Chiarugi, mantan pemain dan pelatih sepak bola Italia berjuluk Kuda Liar

Luciano Chiarugi, pria kelahiran Ponsacco, Provinsi Pisa, 13 Januari 1947, adalah salah satu penyerang Italia paling unik di masanya. Dikenal dengan julukan "Cavallo Pazzo" atau Kuda Liar karena kecepatan dan sifatnya yang impetuous, Chiarugi mengawali karier profesionalnya bersama Fiorentina dan langsung mencuri perhatian.

Bersama Fiorentina, Chiarugi menjadi bagian penting dari skuat yang meraih gelar Serie A pada musim 1968-69. Setelah tujuh musim berseragam ungu, ia pindah ke AC Milan pada 1972 dan menjadi aktor kunci kesuksesan Rossoneri di Piala Winners Eropa 1972-73. Chiarugi mencetak gol tunggal di partai final melawan Leeds United yang mengantarkan Milan juara, sekaligus menutup turnamen sebagai top scorer.

Namanya juga terukir dalam sejarah sebagai pencetak gol Olimpiade terakhir di Serie A sebelum Christian Pulisic melakukannya pada Oktober 2024. Peristiwa itu terjadi pada 24 November 1974, saat Chiarugi mengecoh kiper Ascoli dan mencetak gol langsung dari sudut lapangan yang fenomenal.

Pada 1976, Chiarugi hijrah ke Napoli dalam bursa transfer yang melibatkan Giorgio Braglia. Di sana ia bermain dua musim dan meraih Coppa Italia serta Anglo-Italian Cup. Kariernya berlanjut ke Sampdoria (1978-79), Bologna (1979-80), dan kemudian Rimini, Rondinella, serta Massese di liga minor hingga gantung sepatu pada 1986.

Di level internasional, Chiarugi mengantongi tiga caps untuk tim nasional Italia. Debutnya terjadi pada 22 November 1969 dalam kemenangan 3-0 atas Jerman Timur. Meski tak banyak tampil, ia selalu memberikan kesan bagi pengamat sepak bola Italia.

Chiarugi terkenal sebagai pemain yang energik, kreatif, dan memiliki kemampuan dribbling luar biasa. Ia kerap memakai tipuan dan nutmeg untuk melewati lawan. Namun, reputasinya juga diwarnai kontroversi. Ia dianggap sering melakukan diving, sehingga media Italia menciptakan istilah "chiarugismo" yang identik dengan aksi pura-pura jatuh di kotak penalti.

Usai pensiun, Chiarugi memilih jalur kepelatihan. Ia bergabung dengan tim muda Fiorentina dan tercatat tiga kali menjadi pelatih caretaker untuk tim senior. Pada 1992-93, ia bersama Giancarlo Antognoni gagal menyelamatkan Fiorentina dari degradasi. Dua kali penunjukan darurat lainnya terjadi pada 2001 dan 2002, namun juga tak mampu mengangkat prestasi tim hingga akhirnya Fiorentina bangkrut dan terdegradasi.

Karier kepelatihan terakhirnya tercatat di Poggibonsi, klub Serie C2 asal Tuscany. Ia ditunjuk pada 14 November 2007, namun dipecat pada September 2008 karena hasil buruk. Meski demikian, namanya tetap abadi sebagai salah satu penyerang paling eksentrik dan berbakat yang pernah dimiliki sepak bola Italia.

Topics
luciano chiarugi sepak bola italia fiorentina ac milan napoli gol olimpiade kuda liar pelatih sepak bola serie a profil pemain
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.