Dunia maya kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah tautan yang mengeklaim pembagian dana insentif bagi guru honorer, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta Pegawai Negeri Sipil senilai Rp 5 juta. Berdasarkan hasil penelusuran tim Cek Fakta Liputan6.com, informasi yang disebarkan melalui salah satu akun Facebook tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, modus penipuan semacam ini dirancang sedemikian rupa untuk menjebak korban melalui teknik phishing. Ketika pengguna mengeklik tautan yang disertakan, mereka akan diarahkan ke sebuah situs web tiruan yang meminta pengisian data pribadi secara sensitif, termasuk nomor akun Telegram dan informasi kependudukan.
Mengutip laporan dari Antaranews, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah berulang kali mengingatkan para tenaga pendidik agar senantiasa waspada terhadap berbagai situs palsu yang menawarkan program bantuan insentif. Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, "Waspada phising, jangan mudah percaya dengan pesan, email, atau link mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu."
Lebih lanjut, pihak kementerian menegaskan bahwa informasi resmi mengenai segala bentuk penyaluran bantuan maupun subsidi upah bagi pendidik hanya dipublikasikan melalui kanal resmi Info GTK pada tautan https://info.gtk.dikdasmen.go.id/. Pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan memasukkan data penting ke dalam formulir daring yang tidak jelas keasliannya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, sebelumnya telah mengumumkan bahwa kebijakan resmi kenaikan insentif bagi guru honorer disalurkan secara transparan melalui mekanisme transfer langsung ke rekening masing-masing yang terdaftar di Dapodik. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa penyebaran hoaks ini kerap memanfaatkan momentum kebijakan kenaikan insentif resmi demi mengecoh para guru di berbagai daerah.