Dunia maya kembali dihebohkan oleh sebuah informasi keliru yang mengejutkan publik terkait kesehatan seorang pejabat tinggi di Indonesia. Berdasarkan pantauan awak media, sebuah akun media sosial Facebook menyebarkan narasi disertai beberapa foto yang mengeklaim bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tengah terbaring sakit di rumah sakit pada akhir Juni 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam unggahan tersebut, terlihat tiga foto yang menampilkan sosok Dedi Mulyadi mengenakan pakaian pasien rumah sakit bermotif batik dengan selang infus terpasang di punggung tangannya. Berdasarkan analisis tim redaksi, kemunculan foto-foto ini langsung memicu kekhawatiran dari para pengikut dan masyarakat luas yang mendoakan kesembuhan sang kepala daerah.
Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam oleh tim Cek Fakta Liputan6.com, diketahui bahwa klaim tersebut sepenuhnya tidak benar dan merupakan bentuk disinformasi. Berdasarkan pengamatan terhadap jejak digital, foto-foto yang dibagikan tersebut bukanlah peristiwa yang terjadi pada Juni 2026, melainkan dokumentasi lama yang sudah beredar luas sejak tahun 2022 silam.
Mengutip laporan dari kanal YouTube resmi KANG DEDI MULYADI CHANNEL yang tayang pada 26 Januari 2022, foto-foto tersebut diambil ketika Dedi Mulyadi menjalani tindakan medis Digital Subtraction Angiography (DSA) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Tindakan medis tersebut kala itu dipimpin langsung oleh mantan Menteri Kesehatan yang juga dokter militer senior, Letnan Jenderal TNI (Purn) Terawan Agus Putranto.
Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, kondisi kesehatan Gubernur Jawa Barat tersebut saat ini dalam keadaan bugar dan tetap menjalankan tugas kepemimpinannya seperti biasa. Melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (29/6/2026), Dedi Mulyadi tampak aktif membagikan berbagai kegiatan kedinasan, mulai dari meninjau Gedung Sate di Bandung hingga berjalan-jalan melintasi area persawahan.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan teliti sebelum menyebarkan informasi apa pun yang ditemukan di dunia maya guna mencegah penyebaran hoaks. Melawan hoaks merupakan langkah krusial untuk melindungi publik dari pembodohan dan menjaga terciptanya ekosistem informasi yang sehat serta akurat di Indonesia.