Dunia maya kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah rekaman video yang menampilkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sedang berbicara mengenai isu korupsi dana desa. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, video tersebut mendadak viral di platform media sosial Facebook sejak akhir Juni 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari awak media, unggahan tersebut disertai dengan narasi provokatif yang menyoroti ketimpangan di tingkat desa serta ancaman tindakan tegas bagi para kepala desa yang menyelewengkan anggaran. Hal ini sontak memicu perdebatan hangat serta menarik perhatian luas dari para warganet.
Untuk membuktikan keaslian informasi tersebut, tim redaksi melakukan investigasi mendalam menggunakan perangkat pendeteksi kecerdasan buatan melalui situs Hive Moderation. Hasil pemeriksaan menunjukkan fakta mencengangkan bahwa visual dalam video tersebut terindikasi 89,1 persen merupakan hasil buatan AI, sementara bagian audionya mencapai 99,2 persen dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan.
Sebagaimana dilaporkan dalam penelusuran lebih lanjut, rekaman asli yang dicatut tersebut sebenarnya merupakan dokumentasi kegiatan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin, 10 November 2025. Dalam video asli yang diunggah melalui akun TikTok resmi miliknya, beliau saat itu hanya menjawab pertanyaan santai mengenai tujuannya hendak bertolak ke Universitas Airlangga Surabaya dan membahas rencana kuliner.
Mengutip pernyataan asli Purbaya dalam video dokumentasi tersebut, "Mau otw ke mana? Ke Airlangga Surabaya, mau ngomong-ngomong dikit depan profesor-profesor itu. Mau kuliner apa pak di Surabaya nanti? Kuliner apa ya sekarang ya, ayam Pemuda Surabaya dah, mantap."
Dari analisis tim redaksi, penyebaran video rekayasa atau deepfake ini merupakan modus operandi baru yang sangat berbahaya untuk mengecoh publik demi kepentingan tertentu. Masyarakat diimbau agar selalu waspada, kritis, dan tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi maupun video viral yang beredar di media sosial sebelum memverifikasi kebenarannya melalui sumber-sumber resmi.