Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat merespons dampak bencana gempa bumi yang melanda wilayah Ternate dan sekitarnya. Melalui sinergi lintas instansi yang melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, BNPB, serta Pemkot Ternate, penyaluran bantuan logistik darurat langsung dikerahkan menuju titik terdampak terparah di Pulau Batang Dua.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kolaborasi sigap ini menunjukkan komitmen tinggi pemerintah pusat dan daerah dalam meringankan beban masyarakat yang menjadi korban gempa. Bantuan yang dikirimkan tidak hanya bersumber dari anggaran daerah, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian langsung dari jajaran kepemimpinan nasional untuk warga setempat.
Mengutip laporan resmi dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate Iwan Ramdani, pengiriman logistik tersebut menggunakan armada laut untuk memastikan muatan tiba dengan selamat di lokasi tujuan. "Bantuan yang dibawa ke Pulau Batang Dua merupakan batuan dari Wakil Presiden (Wapres), Gibran Raka Buming Raka dan Pemprov Malut serta Pemkot Ternate dengan menggunakan Kapal KN. SAR 237 Pandudewanata," ujar Iwan di Ternate, Minggu.
Sebagaimana dilaporkan lebih lanjut, kapal tersebut membawa sekitar 500 paket bantuan khusus dari Wapres berupa beras, gula pasir, dan minyak goreng. Selain itu, akumulasi bantuan dari Pemprov Malut, Pemkot Ternate, BNPB, Dinas Sosial, Baznas, hingga Dinas Pangan turut diberangkatkan dengan total keseluruhan mencapai kurang lebih 9 ton bahan pokok dan kebutuhan esensial pengungsi.
Dari analisis awak media, peninjauan langsung yang dilakukan oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe dan jajaran Forkopimda ke lokasi pengungsian memperlihatkan efektivitas koordinasi tanggap darurat di lapangan. Dialog interaktif antara kepala daerah dan warga pengungsi memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar serta perbaikan infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan pelabuhan yang rusak akan segera diprioritaskan.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh rangkaian penanganan pascabencana ini akan terus dipantau secara ketat demi memulihkan kondisi kehidupan masyarakat di Pulau Batang Dua agar dapat kembali berjalan normal seperti sediakala.