Keluarga besar masih diselimuti duka mendalam atas meninggalnya pengemudi ojek online (ojol), Agus Tedjo Prabowo (39), yang menjadi korban pembegalan sadis di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. Di tengah suasana berkabung yang menyelimuti rumah duka, sang istri, Popi Aprianti (32), mengenang sosok suaminya sebagai kepala keluarga yang sangat penyayang dan bertanggung jawab.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pantauan redaksi di lokasi, keluarga, kerabat, hingga tetangga sekitar masih terus berdatangan ke kediaman almarhum untuk menyampaikan belasungkawa serta mengikuti doa bersama. Agus Tedjo diketahui tinggal bersama istri dan dua anak mereka yang masih kecil di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Kemuning Permai, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Kepergian mendadak sang ayah kini memicu trauma mendalam bagi anak-anaknya.
Sambil memeluk foto mendiang suaminya, Popi menceritakan bahwa Agus Tedjo merupakan sosok yang selalu mengutamakan keluarga dan memperlakukan orang lain dengan sangat baik. "Yang pasti baik ya, adil, sama anak-anaknya sayang. Sama saya juga sayang, alhamdulillah. Sama orangtua, saudara-saudara, bahkan sama orang yang enggak dikenal pun dia baik banget," kenangnya saat ditemui oleh tim redaksi.
Menurut penuturan Popi, suaminya lebih banyak mencari nafkah sebagai pengemudi ojek online di kawasan Kosambi. Karena tuntutan pekerjaan dan jarak yang cukup jauh, Agus Tedjo kerap baru bisa pulang ke rumah setiap tiga hari sekali, bahkan terkadang hingga sepekan sekali. Meski demikian, almarhum selalu memanfaatkan waktu liburnya untuk dihabiskan bersama anak-anak tercinta.
"Kalau libur dia sempatin main sama anak-anak, enggak pernah enggak. Mau secapek apa pun dia. Nyuapin anak, mandiin anak. Malah saya disuruh istirahat, biar ayah yang jagain anak-anak," ucap Popi dengan mata berkaca-kaca.
Popi juga mengaku sempat merasakan firasat yang tidak biasa sebelum suaminya berangkat bekerja pada malam sebelum kejadian tragis itu berlangsung. Menurutnya, Agus Tedjo berulang kali meminta izin untuk berangkat bekerja, sementara Popi sendiri merasa sangat berat untuk melepaskan suaminya mencari nafkah pada malam itu.
"Ini ayah boleh enggak berangkat?" kata Popi menirukan ucapan terakhir sang suami kala itu. Meskipun tidak mengetahui apa penyebab pastinya, Popi sempat meminta suaminya untuk mengurungkan niat bekerja malam itu, namun takdir berkata lain.
Dari pengamatan tim redaksi, aparat kepolisian bergerak cepat menangani kasus ini. Petugas kepolisian telah berhasil menangkap pelaku pembegalan berinisial RD. Atas perbuatan kejinya, pihak kepolisian akan menjerat pelaku dengan pasal pencurian disertai dengan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.