Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) dan Prof. Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI di Istana Negara, Jakarta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pelantikan pimpinan institusi anyar tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia. Donny sebelumnya menduduki posisi Wakil Menteri Pertahanan, sementara Yos merupakan akademisi dari Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB.
Langkah pendirian lembaga ini langsung menyita perhatian publik, terutama terkait pemakaian nomenklatur "Gubernur" alih-alih "Rektor". Pilihan istilah tersebut menjadi penanda khusus karakter kelembagaan yang berbeda dari perguruan tinggi umum.
Jika rektor identik dengan otonomi akademik kampus, istilah gubernur menandai lembaga kedinasan sebagai instrumen strategis negara. Jabatan ini membawahi ekosistem kaderisasi terpadu dari jenjang sekolah menengah hingga pelatihan aparatur sipil dan direksi BUMN.
Selain memimpin kampus, Gubernur URI juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK). Lembaga ini menaungi tiga badan penting, yaitu Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara.
Kehadiran URI berangkat dari gagasan Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian mendalam pada kualitas kepemimpinan nasional. Visi utamanya adalah mencetak generasi pengambil kebijakan yang memiliki wawasan kebangsaan kokoh dan integritas tinggi.
Sistem pendidikan di URI dirancang terintegrasi secara berkesinambungan. Talenta terbaik lulusan sekolah unggulan akan ditempa melalui model asrama (boarding school) untuk menanamkan disiplin serta jiwa korsa sebelum disalurkan ke birokrasi maupun korporasi negara.