Ketenaran luar biasa yang dimiliki oleh Lionel Messi di kancah sepak bola internasional ternyata kerap menjadi magnet bagi para penyebar informasi palsu. Sebagai salah satu ikon olahraga paling populer di dunia, setiap gerak-gerik maupun pencapaian kapten Timnas Argentina ini selalu menarik perhatian publik luas, yang sayangnya sering disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab demi kepentingan tertentu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari awak media dan laporan cek fakta, disinformasi yang mencatut nama Lionel Messi umumnya memanfaatkan rekayasa digital yang sangat meyakinkan untuk mengecoh warganet di berbagai platform media sosial. Mulai dari manipulasi video hingga suntingan foto yang tampak nyata, para pelaku secara sengaja menciptakan narasi sensasional guna memancing atensi publik secara masif tanpa memedulikan dampak kebohongannya.
Salah satu contoh hoaks yang sempat menghebohkan dunia maya adalah beredarnya sebuah video pada Oktober 2024 yang mengeklaim Lionel Messi sedang berduet bermain gitar bersama rival abadi sekaligus bintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo. Dalam rekaman tersebut, kedua legenda lapangan hijau itu tampak asyik memetik senar gitar, padahal setelah ditelusuri lebih lanjut oleh tim pemeriksa fakta, video itu merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau manipulasi visual yang menyesatkan.
Selain itu, gelombang disinformasi juga pernah menyeret nama sang megabintang terkait kebijakan ekonomi negaranya pada pertengahan tahun 2024. Sebuah unggahan di Facebook sempat viral dengan narasi mengeklaim bahwa pemerintah Argentina resmi mengeluarkan pecahan mata uang kertas baru yang menampilkan wajah Lionel Messi beserta skuad Timnas Argentina, yang dinarasikan sebagai uang fisik termahal dalam sejarah Amerika Latin, yang faktanya terbukti tidak benar sama sekali.
Tidak hanya berhenti pada hiburan dan ekonomi, isu sensitif berbau politis pun tak luput dijadikan bahan hoaks untuk menjatuhkan atau menggiring opini publik terhadap sang atlet. Pada November 2023, sebuah foto suntingan beredar luas memperlihatkan Lionel Messi sedang memegang bendera Israel, lengkap dengan narasi provokatif yang mencoba mengaitkan pandangan politik pribadi peraih delapan gelar Ballon d'Or tersebut dengan konflik internasional yang sedang memanas saat itu.
Mengutip laporan dari tim redaksi, maraknya konten palsu ini menunjukkan betapa pentingnya literasi digital bagi masyarakat modern agar tidak mudah percaya begitu saja pada informasi yang belum jelas kebenarannya. "Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan," tegas salah satu perwakilan pengelola kanal verifikasi fakta, mengingatkan publik untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi silang sebelum membagikan informasi apa pun ke ruang publik.