Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Waspada Hoaks Pertamax, Isu Harga...
BERITA

Waspada Hoaks Pertamax, Isu Harga Murah Hingga Pengoplosan Menjerat

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 2026-06-26
Ilustrasi hoaks seputar harga dan isu Pertamax di media sosial

Ilustrasi hoaks seputar harga dan isu Pertamax di media sosial

Dunia maya kembali dihebohkan dengan maraknya penyebaran informasi bohong atau hoaks yang menyasar bahan bakar minyak non-subsidi jenis Pertamax. Berdasarkan penelusuran tim awak media, isu yang dihembuskan oknum tidak bertanggung jawab ini umumnya berkisar pada fluktuasi harga fiktif hingga kebijakan penyaluran energi. Sebagai bahan bakar dengan oktan 92 yang paling diandalkan masyarakat, Pertamax kerap dijadikan komoditas empuk untuk memicu keresahan publik serta kebingungan di kalangan pengendara.

Salah satu disinformasi yang sempat viral di platform Facebook mencatut nama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Dalam unggahan tersebut, disebarkan narasi bahwa Bahlil secara tegas mengumumkan penurunan harga Pertamax menjadi Rp10.500 per liter akibat merosotnya harga minyak dunia. "Bahlil tegas sebutkan bahwa Pertamax menjadi Rp.10.500 perliter mulai besok karena harga minyak dunia mulai turun," demikian bunyi klaim yang berhasil diidentifikasi sebagai kabar bohong oleh Cek Fakta Liputan6.com.

Tidak berhenti pada isu penurunan harga, gelombang hoaks juga menyerang juru bicara Kementerian ESDM melalui tangkapan layar artikel palsu. Artikel fiktif itu mengeklaim bahwa sang jubir menyarankan masyarakat beralih menggunakan solar karena harga Pertamax melonjak tajam hingga Rp16.250 per liter. Dari analisis awak media, pola penyebaran disinformasi semacam ini sengaja dirancang untuk membangun sentimen negatif terhadap pemerintah serta memicu kepanikan massal di tengah konsumen.

Situasi kian runyam tatkala sebuah video manipulatif beredar luas di Instagram, memperlihatkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, seolah-olah sedang mengoplos Pertalite menjadi Pertamax. Video yang mencatut momen saat Riva mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Agung tersebut disusupi narasi sesat mengenai modus korupsi. Padahal, pengamatan mendalam menunjukkan bahwa potongan visual tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan tuduhan pengoplosan bahan bakar minyak yang diviralkan.

Menanggapi maraknya disinformasi ini, pengamat literasi digital mengingatkan pentingnya sikap kritis dan kebiasaan memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya ke ruang publik. Melawan hoaks merupakan langkah krusial dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa sekaligus membentengi masyarakat dari upaya pembodohan massal oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Topics
hoaks pertamax cek fakta liputan6 kementerian esdm pertamina patra niaga disinformasi bbm non subsidi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.