Aktivitas pengolahan bahan baku makanan ringan di Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memperlihatkan bagaimana komoditas lokal mampu bersaing di kancah global. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kesuksesan ini membuktikan bahwa produk pertanian daerah memiliki potensi besar untuk merambah pasar internasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam rantai pasokan yang berjalan, lebih dari 80 ton singkong pasokan dari wilayah Bogor dan Sukabumi diolah setiap bulannya. Bahan baku tersebut kemudian dikirim menuju pabrik pengolahan di Kendal, Jawa Tengah, untuk diubah menjadi produk makanan yang renyah.
Setelah melalui tahap produksi yang ketat, produk olahan singkong tersebut langsung dikapalkan untuk diekspor ke sejumlah negara tujuan. Berdasarkan data yang ada, negara-negara penikmat produk ini meliputi Belanda, Korea Selatan, dan Brunei.
Dukungan terhadap kesejahteraan petani terlihat nyata dari kebijakan pembelian langsung bahan baku. Sebagaimana dilaporkan, singkong dibeli langsung dari para petani lokal dengan harga Rp1.750 per kilogram, memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan di daerah penghasil.
Selain mendongkrak ekonomi petani, operasional pengolahan singkong ini juga menyerap tenaga kerja lokal di sentra produksi. Para pekerja beraktivitas setiap hari guna memastikan seluruh tahapan memenuhi standar kualitas ekspor yang telah ditetapkan.