Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / VinFast Lirik Tulungagung, Siapkan...
EKONOMI

VinFast Lirik Tulungagung, Siapkan Investasi SPKLU Rp 200 Miliar

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 2026-07-22
Rencana pembangunan ratusan SPKLU VinFast di Kabupaten Tulungagung

Rencana pembangunan ratusan SPKLU VinFast di Kabupaten Tulungagung

Perusahaan raksasa kendaraan listrik (electric vehicle/EV) asal Vietnam, VinFast, mulai melirik potensi pasar di kawasan pesisir selatan Jawa Timur. Pihak manajemen VinFast bahkan telah memaparkan rencana investasi bernilai fantastis di Kabupaten Tulungagung untuk mempercepat ekosistem kendaraan ramah lingkungan.

Dalam pemaparannya di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung pekan lalu, VinFast berencana membangun sedikitnya 200 titik stasiun pengisian listrik (charging station) atau SPKLU. Ratusan titik pengisian daya ini nantinya akan tersebar di berbagai wilayah yang berada di bawah kewenangan Pemkab.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi, mengonfirmasi kedatangan tim perwakilan VinFast tersebut. Ia menyebut, kendati VinFast berakar dari Vietnam, operasional dan pabrik perakitannya kini telah beroperasi di Indonesia dengan pemanfaatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang dominan.

"Yang datang perwakilan VinFast, mereka perusahaan dari Vietnam namun punya pabrik di Indonesia. Material mayoritas juga dari Indonesia. Nilai investasi yang kemungkinan dibawa mencapai sekitar Rp200 miliar," ujar Tri Hariadi saat dikonfirmasi di Tulungagung, Rabu (22/7/2026).

Tri menjelaskan, 200 titik pengisian daya listrik yang ditawarkan VinFast nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat saja, melainkan juga menampung kebutuhan armada sepeda motor listrik. Langkah ini diharapkan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat pengguna EV.

Spesifikasi lahan yang dibutuhkan untuk tiap stasiun pengisian mobil diperkirakan berukuran 2,5x5 meter. Sementara itu, untuk stasiun pengisian sepeda motor listrik hanya membutuhkan area seluas 1x1 meter, sehingga cukup fleksibel untuk ditempatkan di berbagai area publik.

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam menekan beban subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional yang kian membengkak. Pengalihan ke kendaraan listrik diharapkan bisa menjadi alternatif jangka panjang yang lebih ekonomis.

"Saat beban subsidi BBM mahal, kendaraan listrik bisa menjadi solusi penghematan yang nyata. Makanya kami dari pihak Pemkab memandang pemaparan ini cukup menarik," lanjut Tri Hariadi menjelaskan dampak positif dari proyek tersebut.

Kendati menyambut positif, Pemkab Tulungagung menegaskan saat ini pihaknya masih melakukan kajian mendalam terkait plus dan minus dari proposal investasi tersebut. Salah satu poin krusial yang dibahas mencakup skema penetapan besaran sewa lahan aset daerah.

Hingga saat ini, belum ada penandatanganan kesepakatan resmi atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Tulungagung dan pihak VinFast. Pemkab memilih berhati-hati agar proyek ini memberikan keuntungan maksimal bagi daerah.

"Pemkab memandang rencana investasi ini sangat strategis karena bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru. Namun nilai sewa lahannya belum ditentukan. Kami kaji dulu plus minusnya, setelah matang baru akan kami sampaikan keputusannya. Jadi masih menunggu," tegas Tri Hariadi.

Topics
vinfast tulungagung kendaraan listrik spklu investasi jawa timur pemkab tulungagung
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.