Konflik regional di Timur Tengah kembali mencatat eskalasi tajam setelah pasukan Houthi yang didukung Teheran di Yaman melancarkan serangan rudal dan drone ke arah dua fasilitas minyak penting milik Arab Saudi di kawasan Laut Merah pada 26 Juli 2026. Berdasarkan laporan, ketegangan ini tersulut kembali akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, serangan tersebut secara spesifik menargetkan fasilitas milik raksasa energi nasional Saudi, Aramco, yang terletak di kota pesisir Jizan dan Yanbu. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau komentar apa pun dari pihak Arab Saudi mengenai tingkat kerusakan kilang Aramco di Jizan, meskipun kepulan asap tebal terlihat membubung tinggi usai serangan terjadi.
Sementara itu, di kota Yanbu, dua rudal balistik yang diarahkan ke instalasi minyak vital tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara baterai Patriot yang dioperasikan oleh militer Yunani di Arab Saudi berdasarkan perjanjian kerja sama dengan Riyadh. Berdasarkan analisis awak media, eskalasi militer yang semakin meluas ini memicu kekhawatiran global bahwa kelompok Houthi berpotensi menutup Selat Bab al-Mandeb yang menjadi jalur krusial penghubung antara Laut Merah dan Teluk Aden.
Sebelum insiden di Saudi, Iran telah lebih dulu digempur oleh 13 gelombang serangan udara semalam oleh Amerika Serikat sejak 11 Juli, menyusul tindakan Korps Garda Revolusi Islam yang menyerang sebuah kapal tanker di Selat Hormuz. Pertempuran yang kian meluas ini bahkan telah merembet hingga ke kawasan Laut Kaspia, tempat di mana sebuah kapal Iran mengalami ledakan akibat serangan jarak jauh yang mengakibatkan kematian satu orang pelaut dan melukai personel lainnya.
Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran secara terbuka menyalahkan Ukraina atas serangan jarak jauh di Laut Kaspia dan memanggil kuasa usaha Kyiv di Teheran guna menyampaikan nota kecaman keras. Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberikan tanggapan melalui platform X dengan menyatakan bahwa pihak Kyiv telah berhasil mencapai hasil yang sangat kuat melalui operasi serangan jarak jauh tersebut.