Jogja Library Center (JLC) yang terletak di kawasan wisata Malioboro terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat dan wisatawan untuk membaca buku di jantung Kota Yogyakarta. Berdasarkan pengamatan tim redaksi di lokasi, gedung bersejarah ini tetap kokoh mempertahankan gaya arsitektur kolonialnya yang megah di sepanjang kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut Pustakawan JLC, Haanannisa Pashadina, gedung yang berada di Jalan Malioboro No. 175 tersebut memiliki rekam jejak sejarah yang panjang sebelum difungsikan sebagai perpustakaan publik. Pada masa kolonial, bangunan ini merupakan kantor NV Boekhandel dan Drukkerij Kolff-Buning yang bergerak di bidang penerbitan, toko buku, dan percetakan.
"Bangunan ini sebelumnya bernama Buning, yang itu juga masih ada peninggalannya. Alat-alat cetak milik perusahaan masih ada di belakang, yang ada di depan ruang audio visual atau di ruangan galeri," ujar Haanannisa Pashadina saat memberikan keterangan pada Selasa (21/7/2026).
Perjalanan sejarah gedung ini terus berlanjut hingga masa pendudukan Jepang ketika difungsikan sebagai Kantor Berita Domei. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan bersejarah ini beralih fungsi menjadi Perpustakaan Negara Rakyat Indonesia hingga akhirnya resmi ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya pada tahun 2007.
"Perpustakaan ini resmi berganti nama menjadi Jogja Library Center pada tahun 2010. Memasuki JLC, nuansa kuno langsung terasa, saat menyaksikan lantai keramik bermotif klasik, tangga dan lantai kayu, pilar-pilar besar, serta langit-langit tinggi," tambah Haanannisa.
Dari pantauan redaksi, keaslian elemen interior gedung sangat dijaga ketat oleh pihak pengelola. Meski sempat melalui proses rekonstruksi pada bagian pintu utama, material bersejarah seperti lantai kayu di lantai dua tetap dipertahankan. Untuk merawat material tua tersebut, setiap pengunjung diwajibkan melepas alas kaki sebelum naik ke lantai atas.
Selain arsitektur bangunannya yang bernilai seni tinggi, Jogja Library Center juga menyimpan berbagai koleksi literasi langka. Perpustakaan ini memiliki arsip surat kabar dan majalah lawas, koleksi khusus Jogjasiana, Kyoto Book Corner, hingga buku-buku langka berbahasa Belanda yang dapat diakses pengunjung dengan izin khusus dari pustakawan.