Sebuah informasi yang mengejutkan publik mendadak viral di media sosial terkait klaim pemadaman listrik total selama tiga hari non-stop di wilayah Pulau Jawa dan Bali. Berdasarkan penelusuran awak media, isu tersebut mulai disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada tanggal 20 Juni 2026 dan langsung memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil, petani, dan peternak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam unggahan yang beredar luas itu, disertakan sebuah poster fiktif berformat pengumuman resmi yang mengeklaim adanya pemeliharaan jaringan terencana mulai tanggal 22 Juni hingga 24 Juni 2026. Poster tersebut menyebutkan bahwa seluruh wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali akan mengalami mati lampu total selama 24 jam penuh setiap harinya, sementara wilayah DKI Jakarta dan Banten disebut tidak terdampak.
Berdasarkan analisis tim redaksi, pola penyebaran hoaks seperti ini dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan kepanikan massal dengan memanfaatkan isu-isu infrastruktur vital yang langsung menyangkut hajat hidup orang banyak. Penggunaan detail teknis yang tampak meyakinkan pada poster palsu sering kali menjadi jebakan psikologis bagi pengguna media sosial agar langsung memercayai tanpa melakukan verifikasi mendalam terlebih dahulu.
Menanggapi keresahan yang kian meluas tersebut, pihak PT PLN (Persero) melalui akun Instagram resminya @pln_id dengan tegas menyatakan bahwa informasi mengenai pemadaman total tersebut adalah berita bohong atau hoaks. Pihak PLN mengimbau kepada seluruh pelanggan setia atau yang sering disebut Electrizen agar tidak mudah percaya serta selalu berhati-hati terhadap segala bentuk informasi liar yang bersumber dari luar saluran komunikasi resmi perusahaan.
Mengutip pernyataan resmi dari manajemen PLN, "Electrizen, hati-hati dengan informasi hoax yang beredar terkait pemadaman listrik total selama 3 hari di wilayah Jawa-Bali, karena PLN terus berupaya memberikan pelayanan kelistrikan terbaik bagi masyarakat." Melalui klarifikasi ini, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa harus terpengaruh oleh isu pemadaman fiktif tersebut.
Sebagai langkah antisipasi terhadap maraknya penyebaran disinformasi di ruang digital, masyarakat disarankan untuk selalu merujuk pada kanal komunikasi resmi milik PLN dalam memverifikasi setiap kabar yang diterima. Jika membutuhkan informasi valid atau ingin melaporkan gangguan layanan, pelanggan dapat langsung menghubungi Contact Center PLN 123 atau memanfaatkan fitur Live Chat dan pengaduan yang tersedia di aplikasi PLN Mobile.