Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi akhirnya angkat bicara merespons langkah hukum tegas berupa penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik Kejaksaan Agung di Kantor Pusat Badan Gizi Nasional di Jakarta. Penggeledahan tersebut menyita perhatian publik luas menyusul langkah cepat pemerintah dalam merombak jajaran pimpinan lembaga strategis tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"Tentunya yang pertama-tama marilah kita beri kesempatan ke aparat penegak hukum di dalam menjalankan tugasnya dan kemudian nanti kita bersama-sama lihat dan tunggu hasilnya," ujar Prasetyo Hadi melalui pesan singkat.
Berdasarkan analisis tim redaksi, langkah penggeledahan ini mengindikasikan adanya penyelidikan mendalam terkait tata kelola internal lembaga setelah Presiden Prabowo Subianto memutuskan mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakilnya, yakni Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya. Pembersihan struktural secara serentak ini memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam membersihkan dugaan pelanggaran hukum di tubuh institusi negara.
Mengutip laporan yang dihimpun, proses penegakan hukum ini dipandang sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah untuk memperbaiki manajemen birokrasi agar selalu patuh pada norma hukum yang berlaku. Prasetyo juga menegaskan bahwa seluruh langkah evaluasi dan audit internal sedang berjalan secara simultan guna memastikan transparansi serta akuntabilitas institusi.
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pihak Istana Kepresidenan menyatakan bahwa rangkaian pencopotan hingga audit ini merupakan bagian dari monitoring serta evaluasi berkala untuk menjaga integritas pelayanan publik. Pemerintah memastikan akan terus mengawal proses hukum ini secara transparan tanpa intervensi demi kebaikan tata kelola pemerintahan ke depan.