Sejumlah proyek apartemen LRT City yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk atau ADCP kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, progres pembangunan di beberapa lokasi dilaporkan belum rampung dan justru mengalami kemandekan, membuat para konsumen merasa dirugikan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Amelia, salah satu pembeli unit apartemen LRT City, mengungkapkan kekecewaannya lantaran jadwal serah terima yang awalnya dijanjikan pada Desember 2024 tak kunjung terealisasikan hingga Juli 2026. Ia menyebutkan bahwa laporan progres bulanan proyek tersebut bahkan sudah mandek sejak Juli 2025 tanpa adanya perkembangan yang signifikan.
"Saya sudah dijanjikan serah terima sejak Desember 2024, sampai Juli 2026 tidak pernah ada kejelasan. Laporan progres bulanan proyek LRT juga mandek sejak Juli 2025," kata Amelia dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Merasa proyek tersebut tak kunjung menemui kejelasan, Amelia sempat mendatangi pihak manajemen pada Desember 2025 untuk menuntut solusi konkret. Dalam pertemuan itu, ia ditawari opsi pemindahan kepemilikan unit ke proyek LRT City lain yang diklaim telah siap dihuni, yakni di kawasan Jatibening.
Awalnya, penawaran tersebut sempat memberikan secercah harapan bagi Amelia setelah berbulan-bulan digantung tanpa kejelasan di proyek Ciracas. Namun, proses perpindahan unit itu kembali berujung pada penantian panjang tanpa kepastian selama kurang lebih empat bulan.
"Namun, penawaran tersebut ternyata hanya menjadi janji manis. Saya dibiarkan menunggu selama empat bulan tanpa kepastian apakah perpindahan unit itu bisa direalisasikan atau tidak," ujar Amelia dengan nada kecewa.
Klimaks kekecewaan Amelia terjadi ketika surat penawaran perpindahan unit tersebut akhirnya diterbitkan oleh manajemen. Alih-alih mendapatkan kemudahan setelah lama menunggu, ia justru diwajibkan untuk melunasi biaya selisih harga mencapai lebih dari Rp 99 juta agar bisa pindah unit.