Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar-besaran di lingkungan Kejaksaan Agung dengan menunjuk sejumlah pejabat baru, termasuk posisi strategis Jaksa Agung Muda Pidana Khusus. Perubahan kepemimpinan ini diumumkan langsung oleh Mensesneg Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026).
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keputusan presiden yang mengacu pada usulan Jaksa Agung ST Burhanuddin, penunjukan tersebut telah melalui penilaian Tim Penilai Akhir secara cermat. "Kemarin Bapak Presiden telah menandatangani keppres sesuai dengan penilaian Tim Penilai Akhir sebagaimana mengacu kepada surat usulan dari Jaksa Agung," ujar Prasetyo Hadi.
Adapun deretan nama baru yang mengisi posisi penting di Kejagung meliputi Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung, Leonard Ebenezer Simanjuntak sebagai Jampidum, dan Kuntadi sebagai Jampidsus. Selain itu, Harli Siregar ditunjuk sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejagung, serta Patris Yusrian Jaya menduduki posisi Kepala Badan Pemulihan Aset Kejagung.
Menanggapi penunjukan Kuntadi menggantikan Febrie Adriansyah, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menilai langkah tersebut sudah sangat tepat. "Kalau Presiden sudah setuju, berarti memang Presiden sudah mempertimbangkan dengan saksama bahwa beliau itu adalah orang yang tepat untuk mengemban jabatan sebagai Jampidsus," kata Yusril.
Dari analisis awak media, penunjukan figur-figur baru ini membawa angin segar sekaligus tantangan besar bagi institusi penegak hukum dalam menjaga kepercayaan publik. Sebagaimana ditekankan oleh Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, kasus hukum yang melibatkan mantan pejabat tinggi sebelumnya menjadi ujian nyata bagi integritas Korps Adhyaksa.
Menurut Habiburokhman, citra lembaga kejaksaan saat ini sedang dipertaruhkan sehingga penanganan perkara harus dilakukan secara transparan dan berkeadilan. "Dengan kepemimpinan beliau, saya berharap kasus dugaan korupsi Febrie Adriansyah dapat diusut secara cepat, transparan, dan berkeadilan hingga tuntas," ungkap Habiburokhman memberikan dukungannya.